Pengaruh
Giberelin dan Jenis Media Semai
Terhadap Penundaan Pertumbuhan Tunas Jahe
Asal Kultur Jaringan
Agus Ruhnayat dan Otih Rostiana
Jln. Tentara Pelajar No. 3, Bogor
e-mail: ruhnayat@gmail.com
ABSTRAK
Penyimpanan benih jahe lebih dari 4 bulan harus dilakukan di dataran
tinggi (1400 m dpl). Agar benih jahe tetap
segar diperlukan alternatif lain. Giberelin merupakan hormon
pengatur tumbuh yang dapat mempengaruhi berbagai proses perkembangan tanaman,
antara lain dapat menunda pertumbuhan tunas yang sedang tumbuh. Media
semai berperan dalam menjaga kelembaban
benih sehingga kadar air benih tetap dalam kondisi optimal. Tujuan penelitian
adalah untuk mengetahui pengaruh perendaman zat
pengatur tumbuh giberelin dan jenis media semai terhadap penundaan pertumbuhan
tunas dan kesegaran benih jahe asal kultur jaringan (generasi ketiga).
Penelitian dilakukan di rumah kaca Balittro Bogor dari Oktober 2014 – April
2015. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola
faktorial dengan 3 ulangan. Perlakuan yang diuji adalah perendaman benih rimpang
jahe satu mata tunas dengan bobot ± 7 g, menggunakan giberelin/GA3 (0, 10 dan 20
mg/l) dan jenis media semai (cocopeat, arang sekam padi, dan campuran cocopeat
dengan arang sekam padi 1:1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman benih dengan GA3
10 dan 20 mg/l pada ketiga jenis media semai dapat mempertahankan bobot dan
kadar air benih sampai 180 hari setelah semai (HSS). Pengaruh tunggal GA3
dapat menunda pertumbuhan tunas secara bertahap dari 135-180 HSS. Pada umur 135
HSS, perlakuan GA3 10 mg/l dan 20 mg/l masing-masing dapat menunda
pertumbuhan tunas sebesar 59,89 % dan 75,89 %. Pada umur 180 HSS sebagian besar
tunas sudah tumbuh. Pengaruh interaksi GA3 10 mg/l dengan media semai
campuran cocopeat dan arang sekam padi (1:1) memberikan respon yang terbaik untuk panjang
akar dan jumlah akar utama.
Kata kunci : Zingiber officinalle, giberelin, cocopeat, arang sekam, penyimpanan benih
Makalah lengkap : Prosiding Seminar Perbenihan Tanaman Rempah dan Obat, Bogor 25 April 2015, halaman 157.
